Kalla Institute

FEDERASI SEPAK BOLA DUNIA

Federasi Sepak Bola Dunia (bahasa Inggris: Fédération Internationale de Football Association, disingkat FIFA) adalah organisasi olahraga internasional yang mengatur sepak bola. FIFA didirikan pada tahun 1904 dan bermarkas di Zurich, Swiss. FIFA adalah badan pengatur sepak bola terbesar di dunia, dengan 211 anggota asosiasi nasional.

FIFA bertanggung jawab atas penyelenggaraan turnamen sepak bola internasional seperti Piala Dunia FIFA dan Piala Konfederasi FIFA. FIFA juga memiliki wewenang dalam mengatur aturan permainan sepak bola, menjaga integritas dalam olahraga tersebut, serta mengembangkan sepak bola di seluruh dunia.

Tugas utama FIFA adalah untuk mengembangkan dan memajukan sepak bola di seluruh dunia, menetapkan aturan permainan, mengadakan turnamen dan pertandingan internasional, dan memberikan bantuan finansial dan teknis kepada anggota asosiasi sepak bola nasional. Selain itu, FIFA juga bertanggung jawab untuk menjaga integritas dan etika olahraga, termasuk dalam hal pencegahan penipuan, korupsi, dan pengaturan skor dalam sepak bola.

FIFA juga bertanggung jawab atas penghargaan bergengsi seperti Piala Dunia FIFA dan Ballon d’Or, serta berbagai penghargaan lainnya untuk para pemain sepak bola yang tampil istimewa di kancah internasional.

Selain FIFA, terdapat juga konfederasi regional yang mengatur sepak bola di masing-masing benua seperti Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF), Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA), Konfederasi Sepak bola Oseania (OFC), dan Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) dan Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF).

Pengaturan skor FIFA adalah tindakan ilegal yang melibatkan manipulasi hasil pertandingan sepak bola dengan tujuan untuk mempengaruhi taruhan atau keuntungan finansial lainnya. FIFA memiliki peraturan yang ketat untuk melindungi integritas olahraga dan mencegah pengaturan skor.

FIFA mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang terlibat dalam pengaturan skor. Ini termasuk sanksi yang meliputi larangan bermain sepak bola, larangan bertindak sebagai ofisial atau anggota staf, denda dan hukuman pidana.

Selain itu, FIFA juga telah mengembangkan program yang disebut “FIFA Integrity Initiative” untuk membantu mencegah pengaturan skor. Program ini mencakup pendidikan untuk atlet dan staf klub tentang bahaya pengaturan skor, pelatihan untuk wasit dan ofisial lainnya tentang cara mengidentifikasi dan melaporkan tindakan pengaturan skor, dan kerja sama dengan lembaga penegak hukum di seluruh dunia untuk menangkap dan mengadili pelaku pengaturan skor.

FIFA adalah sebuah organisasi olahraga internasional yang mengatur sepak bola di seluruh dunia. Sebagai organisasi yang sangat besar dan berpengaruh, FIFA kadang-kadang terlibat dalam isu-isu politik.

 

Beberapa contoh keterlibatan FIFA dalam politik antara lain:

Pemilihan tuan rumah Piala Dunia: Proses pemilihan tuan rumah Piala Dunia seringkali diwarnai oleh politik dan intervensi dari pihak-pihak yang berkepentingan. Hal ini terjadi pada pemilihan Rusia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018, yang dianggap kontroversial karena adanya tuduhan korupsi dan intervensi politik.

Pengaruh politik dalam pengambilan keputusan: FIFA seringkali dituduh terlalu dipengaruhi oleh kepentingan politik dalam pengambilan keputusan. Contohnya adalah saat FIFA menolak permintaan Inggris untuk mengenakan pita hitam sebagai bentuk penghormatan terhadap korban tragedi Hillsborough, yang dianggap terlalu politis.

Pengaruh politik dalam pemilihan kepemimpinan: Pemilihan kepemimpinan di FIFA seringkali dipengaruhi oleh politik dan intervensi dari pihak-pihak tertentu. Hal ini terjadi pada pemilihan Sepp Blatter sebagai presiden FIFA, yang dituduh terpilih atas dasar pengaruh politik dan korupsi.

Hubungan dengan pemerintah dan sponsor: FIFA memiliki hubungan yang erat dengan pemerintah dan sponsor-sponsor besar, yang juga seringkali terlibat dalam politik. Hubungan ini bisa mempengaruhi keputusan dan tindakan FIFA dalam banyak hal, termasuk dalam hal politik.

Dalam kesimpulannya, FIFA kadang-kadang terlibat dalam isu-isu politik, baik secara langsung maupun tidak langsung. Hal ini terkait dengan posisi dan perannya sebagai organisasi olahraga internasional yang sangat besar dan berpengaruh.

 

Penulis:
Amri Zainuddin, S.E.,
Kepala Bagian Administrasi Akademik & Kemahasiswaan Kalla Institute

Share Berita:

Pengumuman:

Kalender Event:

Berita & Artikel: