Kalla Institute Terpilih sebagai Salah Satu dari 5 Perguruan Tinggi Terbaik dalam Program KRISAN Fellowship

Kalla Institute Terpilih sebagai Salah Satu dari 5 Perguruan Tinggi Terbaik dalam Program KRISAN Fellowship

Makassar, 02 September 2026 – Kalla Institute kembali mencatatkan pencapaian membanggakan melalui keterlibatan dua dosennya dalam program KRISAN Fellowship. Dalam program tersebut, Kalla Institute terpilih sebagai salah satu dari 5 perguruan tinggi terbaik di Indonesia dalam upaya mendukung terwujudnya pendidikan yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas.

Kalla Institute Terpilih dalam KRISAN Fellowship

Dua dosen Kalla Institute yang menjadi perwakilan dalam program ini adalah Syarief Dienan Yahya dan Muhammad Fachrul Salam. Keduanya terpilih dari lebih dari 109 perguruan tinggi yang mengikuti atau menjadi bagian dari proses seleksi program KRISAN Fellowship.

Pencapaian tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen Kalla Institute dalam mendukung pendidikan yang inklusif. Selain itu, pendidikan inklusif tidak hanya berbicara tentang kesempatan belajar yang setara. Hal ini juga mencakup kemampuan perguruan tinggi dalam menghargai keberagaman dan memahami kebutuhan setiap individu.

Dengan demikian, setiap peserta didik dapat memperoleh ruang yang sama untuk belajar, berkembang, dan mencapai potensi terbaiknya.

Dua Dosen Kalla Institute Ikuti Program KRISAN Fellowship

Keterlibatan Syarief Dienan Yahya dan Muhammad Fachrul Salam dalam KRISAN Fellowship menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai pendidikan inklusif. Program ini juga memberikan pengalaman yang dapat menjadi bekal dalam mengembangkan lingkungan akademik yang lebih terbuka.

“KRISAN Fellowship menjadi kesempatan bagi kami untuk belajar dan memahami bagaimana pendidikan dapat hadir secara lebih inklusif. Melalui pengalaman ini, kami berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan di Kalla Institute. Dengan begitu, lingkungan kampus semakin terbuka dan mampu memberikan kesempatan yang setara bagi setiap individu,” ujar Syarief Dienan Yahya.

Mendorong Pendidikan yang Lebih Inklusif

Pendidikan inklusif membutuhkan komitmen dari seluruh unsur perguruan tinggi. Oleh karena itu, nilai inklusivitas perlu dibangun sebagai bagian dari ekosistem kampus. Hal tersebut mencakup proses pembelajaran, interaksi akademik, hingga berbagai aktivitas yang melibatkan sivitas akademika.

Sementara itu, Muhammad Fachrul Salam menilai bahwa pendidikan inklusif bukan hanya berkaitan dengan penyediaan akses. Menurutnya, lingkungan pendidikan juga perlu mampu memahami dan menghargai setiap perbedaan.

“Pendidikan inklusif bukan hanya tentang menyediakan akses, tetapi juga membangun lingkungan yang memahami dan menghargai setiap perbedaan. Melalui KRISAN Fellowship, kami mendapatkan perspektif baru yang dapat menjadi bekal untuk bersama-sama membangun ekosistem pendidikan yang lebih ramah dan setara,” kata Muhammad Fachrul Salam.

Komitmen Kalla Institute terhadap Pendidikan Inklusif

Program KRISAN Fellowship menjadi momentum bagi Kalla Institute untuk memperluas wawasan dan memperkuat kapasitas dalam mendukung pendidikan inklusif. Selanjutnya, pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan proses pembelajaran, aktivitas akademik, serta lingkungan kampus.

Di sisi lain, lingkungan pendidikan yang inklusif juga menjadi bagian penting dalam menciptakan pengalaman belajar yang positif. Perguruan tinggi perlu memberikan ruang bagi setiap individu untuk berpartisipasi tanpa memandang perbedaan maupun kondisi yang dimiliki.

Menjadi Langkah untuk Pengembangan Ekosistem Kampus

Terpilihnya Kalla Institute sebagai salah satu dari lima perguruan tinggi terbaik dari lebih dari 109 perguruan tinggi menjadi motivasi bagi institusi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.

Tidak hanya berfokus pada capaian akademik dan kesiapan lulusan memasuki dunia kerja, Kalla Institute juga berkomitmen menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, terbuka, dan memberikan kesempatan yang setara.

Ke depan, Kalla Institute akan terus membuka ruang kolaborasi dan mengembangkan berbagai inisiatif yang mendukung pendidikan inklusif. Keterlibatan dalam KRISAN Fellowship diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah pencapaian. Sebaliknya, pengalaman tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun lingkungan akademik yang adaptif dan inklusif.

Pencapaian ini menjadi kebanggaan bagi seluruh keluarga besar Kalla Institute. Pada akhirnya, keterlibatan dalam KRISAN Fellowship turut memperkuat komitmen institusi untuk menghadirkan pendidikan yang memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat.

Melalui peran dosen dan seluruh sivitas akademika, Kalla Institute terus menghadirkan pengalaman pendidikan yang tidak hanya membekali mahasiswa dengan kompetensi akademik dan profesional. Lebih dari itu, Kalla Institute juga berupaya menanamkan nilai keberagaman, kesetaraan, dan kepedulian terhadap sesama.

Bagi kamu yang ingin melihat lebih banyak informasi menarik lainnya silakan kunjungi Instagram @kallainstitute. Serta rasakan keseruannya menjadi mahasiswa Kalla Institute dengan mendaftarkan dirimu ke register.kallainstitute.ac.id

Share Berita: