Shenzhen, 22 September 2026 – Perkembangan teknologi, pendidikan, dan industri China menjadi fokus kunjungan benchmarking yang diikuti Fakultas Teknik dari delapan perguruan tinggi di Makassar pada 20–23 September 2026. Kegiatan ini diinisiasi oleh Bapak Jusuf Kalla bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin).
Delapan perguruan tinggi yang mengikuti kunjungan tersebut adalah Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Negeri Makassar (UNM), Universitas Islam Negeri (UIN), Universitas Muslim Indonesia (UMI), Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh), Universitas Bosowa (Unibos), Universitas Islam Makassar (UIM), dan Kalla Institute.
Sebelum keberangkatan, para peserta berkumpul di kediaman Bapak Jusuf Kalla. Dalam kesempatan tersebut, Jusuf Kalla menjelaskan bahwa kunjungan bertujuan melihat secara langsung perkembangan teknologi China, membandingkannya dengan kondisi Indonesia, serta mendapatkan inspirasi mengenai proses China mencapai kemajuan dalam waktu relatif cepat.
Menurutnya, perkembangan China tidak terlepas dari keseriusan dalam membangun pendidikan dan teknologi. China tidak hanya menyerap perkembangan teknologi dari berbagai negara, tetapi juga mengembangkannya menjadi produk yang semakin kompetitif. Hal tersebut terlihat dari perkembangan industri teknologi dan kendaraan listrik yang semakin kuat di pasar global.
Selain mengunjungi perusahaan teknologi seperti Huawei dan BYD, rombongan juga dijadwalkan mengunjungi perguruan tinggi berbasis kecerdasan artifisial (AI) dan kampus bisnis. Kunjungan ini menjadi kesempatan untuk mempelajari bagaimana teknologi diintegrasikan dengan pendidikan dan dunia usaha.
Belajar Budaya Riset dan Inovasi Huawei
Salah satu agenda kunjungan adalah ke kantor pusat Huawei di Shenzhen pada Senin, 21 September 2026. Rombongan melihat langsung kawasan R&D Huawei yang menjadi pusat penelitian dan pengembangan teknologi perusahaan.
Huawei yang berdiri pada 1984 tercatat memiliki sekitar 53,7 persen karyawan atau sekitar 114 ribu orang yang bekerja di bidang Research and Development (R&D). Hingga akhir 2025, perusahaan tersebut memiliki sekitar 165 ribu hak paten aktif.
Kawasan R&D Huawei juga dilengkapi training center dan perpustakaan dengan koleksi buku dari berbagai negara dan berbagai bidang ilmu. Hal tersebut menunjukkan pentingnya ilmu pengetahuan sebagai fondasi dalam pengembangan teknologi dan inovasi.
Budaya inovasi Huawei juga tercermin melalui motto tahun 2026, “Try Everything”, yang mendorong karyawan untuk berani mencoba hal baru dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan. Semangat tersebut menjadi bagian dari budaya perusahaan dalam menghasilkan inovasi secara berkelanjutan.
Huawei kini tidak hanya bergerak di bidang komunikasi, tetapi juga mengembangkan teknologi pada sektor computing, data communications, optical network, storage, energi terbarukan, hingga kendaraan listrik.
Mendorong Perguruan Tinggi Terus Berinovasi
Kunjungan benchmarking ke China diharapkan memberikan inspirasi bagi perguruan tinggi di Makassar untuk memperkuat pendidikan, riset, dan inovasi. Kemajuan teknologi China menunjukkan adanya keterkaitan antara kualitas pendidikan, budaya riset, pengembangan sumber daya manusia, dan industri.
Bagi Kalla Institute, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran untuk terus memperkuat keterhubungan antara pendidikan dan perkembangan industri. Pemanfaatan AI, penguatan riset, serta pengembangan kompetensi mahasiswa menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi perubahan teknologi.
Kunjungan ini diharapkan melahirkan inspirasi dan gagasan baru untuk memajukan pendidikan tinggi di Makassar serta mendorong perguruan tinggi untuk terus berinovasi dan memberikan dampak bagi masyarakat.
Penulis: Syamril, S.T., M.Pd – Rektor Kalla Institute
