KALLA INSTITUTE SPILL TIPS & TRIK MERAIH BEASISWA BERGENGSI MENUJU KAMPUS IMPIAN

MAKASSAR, Kalla Institute – Kalla Institute bekerja sama dengan Kalla Toyota menggelar talkshow berjudul “Scholarship for Your Future” di Atrium Trans Studio Mall Makassar, pada Senin, 2 Maret 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menjawab keresahan para siswa bagaimana tips & trik lolos program beasiswa, sekaligus memberikan gambaran benefit yang nantinya mereka dapatkan jika berhasil lolos seleksi calon penerima beasiswa Kalla Institute.

Untuk menciptakan generasi yang unggul dan berakhlak mulia, Kalla Institute selalu menghadirkan kegiatan positif mulai dari tingkat siswa, mahasiswa hingga masyarakat. Tidak sampai disitu saja, sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi masa depan, setiap tahun Kalla Institute membuka berbagai program beasiswa yang bisa diakses oleh semua calon mahasiswa baru. Beasiswa tersebut yaitu beasiswa Prestasi Akademik & Non Akademik, Dhuafa Berprestasi, Portofolio Bisnis, dan Tahfidz. Subsidi biaya pendidikan senilai 50% hingga 100% bisa didapatkan dengan kuota terbatas.

Talkshow yang berlangsung pukul 14.30 WITA ini menghadirkan Abdul Hakim, S.Pd., M.A., dosen Kalla Institute yang menerima Beasiswa Ford Foundation USA (S2) dan Beasiswa Sunway University Malaysia (S3). Abdul Hakim akan membagikan pengalamannya mendapatkan beasiswa ke luar negeri. Selanjutnya Andi Armayani, S.Bns, alumni Kalla Institute penerima Beasiswa Dhuafa Berprestasi, yang membagikan pengalamannya sebagai penerima program beasiswa di Kalla Institute. Selain itu juga, kegiatan edukatif ini terbuka bagi seluruh pengunjung mall, calon mahasiswa baru dan mahasiswa.

Pada sesi pertama Andi J Paramita S.T., M.T, selaku moderator memberikan pertanyaan untuk semua narasumber, mengenai kebiasaan kecil positif yang bisa dilakukan saat ingin mendaftar beasiswa. Arma pun menjawab bahwa dia mencari mentor yang bisa membimbing dan rajin mencari informasi di media sosial. Sedangkan menurut Abdul Hakim, kebiasaan yang bisa dibangun adalah mengupgrade diri mulai dari bidang akademik, olahraga, seni hingga sosial agar bisa menjadi kandidat kuat penerima beasiswa.

Lebih lanjut, Abdul Hakim menceritakan latar belakang keluarganya yang merupakan seorang petani dari sebuah desa di Kabupaten Maros, tidak menghalangi dirinya untuk memiliki mimpi besar untuk belajar di luar negeri. Hakim mengatakan bahwa sebelum berhasil mendapatkan beasiswa luar negeri, dia sudah 3 kali mengalami penolakan, akan tetapi karena berbagai macam penolakan itu membuat mentalnya semakin kuat dan mengasah kemampuannya lebih dalam lagi. “Berangkat dari penolakan itu, tidak membuat saya patah semangat, justru itu membuat semangat saya makin membara, dan lebih giat lagi dalam menggali potensi diri,” ucapnya.

Tidak mau kalah, di usia Arma yang masih muda selain berhasil mendapatkan beasiswa di Kalla Institute, dirinya pun aktif mengikuti berbagai macam perlombaan di berbagai kampus, hingga pada akhirnya berhasil membuat brand fashion sendiri bernama Nakara Scarf yang sukses mendapatkan dana pengembangan usaha dari pemerintah. Berkat inovasinya membuat usaha yang menggunakan bahan ramah lingkungan untuk mengurangi limbah industri serta mengangkat budaya kearifan lokal asal daerahnya.

Dalam sesi lanjutan, moderator mengulik mitos atau fakta bahwa saat mendapat beasiswa di Kalla Institute bisa cepat magang dan bekerja di KALLA. Abdul Hakim dan Arma kompak menjawab itu fakta, karena selain mendapatkan teori dalam kelas, Kalla Institute juga memberikan kunjungan industri ke semua unit bisnis KALLA guna memberikan pengalaman secara nyata mengenai alur proses perusahaan berjalan, dan kesempatan emasnya saat lulus bisa berpeluang besar untuk langsung diterima bekerja di KALLA.

Dengan adanya program beasiswa dari perguruan tinggi ini, bisa membuka kesempatan bagi seluruh generasi muda untuk mewujudkan impiannya terkhusus untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Selain itu juga dampak nyata dari program beasiswa yang diberikan Kalla Institute ini, Abdul Hakim membangun komunitas yang diberi nama Rantau, yang tujuannya adalah memberikan inspirasi dalam dunia sosial, seni juga akademik untuk warga desa yang dikunjungi. Aksi nyata dari penerima beasiswa ini menjadi bukti bahwa pendidikan merupakan kunci utama untuk membangun peradaban yang lebih baik.

Melalui kegiatan ini, Kalla Institute menegaskan perannya sebagai kampus teknologi dan bisnis yang selalu membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi semua kalangan tanpa memandang latar belakang individu. Talkshow ini menjadi upaya Kalla Institute mendorong mahasiswa agar tidak hanya berorientasi pada kelulusan, tetapi juga aktif mencari peluang beasiswa ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi guna meningkatkan kualitas diri.

Bagi kamu calon mahasiswa baru yang ingin bergabung dengan Kalla Institute melalui jalur beasiswa, bisa langsung mendaftarkan diri ke register.kallainstitute.ac.id atau silakan kunjungi Instagram @kallainstitute untuk melihat keseruan lainnya di Kalla Institute.

Share Berita: