Kalla Institute

Eight Skills Pasca Pandemi

Dunia telah melalui pandemi virus corona. Selama 2 tahun kehidupan berubah. Proses digitalisasi mengalami akselerasi. Dampaknya mengubah cara manusia belajar, bekerja, bergaul, bermain dan lain sebagainya. Meskipun pasca pandemi beberapa kebiasaan kembali seperti dulu. Namun tidak kembali 100%.

Para ahli mencoba merumuskan apa saja keahlian yang dibutuhkan pasca pandemi. Hasilnya diterbitkan oleh majalah Forbes pada April 2020 yang menyebutkan ada 8 skills yaitu: adaptability and flexibility, tech savviness, creativity and innovation, data literacy, critical thinking, digital and coding skills, leadership, dan emotional intelligence.

Adaptability dan flexibility dibutuhkan karena dunia terus berubah. Bukan lagi yang kuat dan pintar yang mampu memenangkan persaingan. Tapi mereka yang mampu merespon perubahan. Itulah kemampuan beradaptasi. Caranya harus fleksibel menghadapi kehidupan dengan mau dan mampu belajar hal baru sehingga tidak ketinggalan zaman.

Skill kedua yaitu tech savvines. Teknologi seperti artificial intelligence, big data, internet of things, virtual dan augmented reality, dan robotika akan membuat bisnis lebih siap menghadapi perubahan di masa datang, dan kembali bangkit setelah mengalami kesulitan (resilience). Mereka yang mampu menguasai teknologi di atas akan banyak dicari oleh dunia kerja dan industri.

Skill ketiga yaitu creativity and innovation. Saat ini kecerdasan buatan dan robotika semakin maju dan dapat menggantikan manusia mengerjakan pekerjaan rutin. Agar dapat bersaing di masa depan dibutuhkan kemampuan yang tidak bisa dimiliki oleh mesin berupa kreativitas dan inovasi. Wujudnya yaitu kemampuan berimaginasi, menemukan produk baru, cara kerja baru, bisnis model baru.

Skill keempat yaitu literasi data. Dengan data yang benar perusahaan dapat memprediksi lebih akurat dampak disrupsi bisnis di masa depan. Juga dapat melayani pelanggan dengan lebih baik melalui produk dan layanan yang tepat. Untuk itu perusahaan membutuhkan karyawan yang memiliki literasi data yang baik. Dapat mengolah data, menganalisis dan memprediksi (analytics) kejadian masa datang.

Skill kelima yaitu critical thinking atau berpikir kritis berupa kemampuan untuk mengkritisi sesuatu, apa cocok atau tidak. Informasi yang diterima apa benar atau hoaks. Di era sekarang saat informasi dengan mudah beredar melalui media sosial maka berpikir kritis sangat penting. Saat pilihan yang ditawarkan sangat banyak dan beragam maka butuh kemampuan menilai mana yang sesuai dengan kebutuhan dan harga yang bersaing dan wajar.

Skill keenam yaitu keterampilan digital dan coding. Era sekarang adalah era bisnis digital. Hampir semua bisnis masuk ke teknologi digital. Mulai dari UMKM sampai perusahaan besar. Mulai jualan makanan sampai jualan kendaraan. Oleh karena itu kebutuhan SDM yang menguasai keterampilan digital dan coding pemrograman komputer akan terus meningkat.

Skill ketujuh yaitu leadership atau kepemimpinan. Era sekarang dan masa depan adalah era super team bukan superman. Agar terwujud super team dibutuhkan pemimpin yang dapat membangun kolaborasi melalui building trust,  komunikasi dan harmoni. Pemimpin yang memahami kelebihan dan kelemahan anggotanya dan membangun kesadaran untuk saling membantu. Mereka yang memiliki skill ini akan dibutuhkan di masa sekarang dan akan datang.

Skill kedelapan yaitu kecerdasan emosional berupa kemampuan untuk mengenali, mengekspresikan dan mengontrol emosi diri sendiri sehingga terhindar dari kegelisahan dan kecemasan yang berlebihan. Juga mengenali emosi orang lain sehingga dapat berempati dan bergaul dengan baik. Era di mana perubahan terjadi dengan cepat dapat mengakibatkan kekhawatiran dan kecemasan. Oleh karena itu keterampilan kecerdasan emosional sangat dibutuhkan.

 

Penulis :

Syamril, S.T., M.Pd., Rektor Kalla Institute

Share Berita:

Pengumuman:

Kalender Event:

Berita & Artikel: