Kalla Institute

ANAK MUDA YANG MENYALAKAN HARAPAN UNTUK NEGERI

Orang Muda and Semangat Volunterisme

Khusus di ajang pameran karya komunitas, setidaknya ada 20 NGO lokal Indonesia yang ambil bagian. Mereka hadir mengisi stand-stand yang disiapkan oleh penyelenggara; mendisplay foto, video dan karya-karya yang pernah dilakukan di berbagi tempat. Relawan-relawannya adalah pemuda di kisaran usia 20 – 30 tahun. Sebagian besar memiliki gelar kesarjanaan bahkan dari perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

Sebagian dari mereka juga telah bekerja dan menduduki jabatan-jabatan strategis di perusahaan maupun instansi terkemuka. Lalu apa yang mendasari mereka mau bersusah-susah menjadi relawan (biasanya tanpa gaji) dan mengalokasikan sebagian waktunya untuk menolong warga yang juga mereka tidak kenal?

Baik Raisa, Wanda dan Annisa menegaskan bahwa keterlibatan mereka di jalur volunteerism lebih didasari oleh keinginan untuk turut membantu warga dengan cara mereka. “Saya tidak punya cukup uang untuk saya berikan kepada warga yang membutuhkan, tetapi saya punya waktu di sela-sela kesibukan saya bekerja untuk melakukan sesuatu untuk warga, dan  saya tahu ilmunya!”, jawab wanda ketika saya menanyakan motivasinya bergabung di Parahita.

Sedangkan bagi Raisa, dengan background ilmu psikologinya, ia punya mimpi-mimpi besar, salah satunya adalah pendidikan yang lebih baik untuk anak-anak Indonesia yang tinggal di pedesaan. “Saya punya mimpi; tata kelola pendidikan yang lebih maju dan anak-anak dididik oleh guru yang memiliki kompetensi dan keteladanan yang baik. Ilmu perkembangan anak yang saya dapatkan di bangku kuliah dapat saya gunakan untuk mendesain program-program pengembangan pendidikan yang tidak mengesampingkan pembangunan karakter anak sejak usia dini!”, ungkap Raisa penuh percaya diri. “Saya punya keinginan besar agar warga Indonesia yang tinggal di sudut-sudut negeri juga mendapatkan keadilan sama seperti warga lainnya.

Para relawan di komunitas kami memiliki adik-adik angkat yang kemudian kami bantu; berikan bimbingan belajar, beasiswa hingga mengarahkan mereka menemukan jalan masing-masing untuk mandiri sesuai bidang yang digelutinya kelak. Di setiap desa maupun pulau yang dikunjungi, kami melatih pemuda lokal menjadi fasilitator yang akan melanjutkan kiprah kami di kemudian hari. Begitu cara kami memastikan apa yang telah kami mulai dapat terus berkanjut di masa depan”. Demikian Annisa berbagi kisahnya kepada saya.

Anak-anak muda ini. Raisa, Annisa mapun Wanda, adalah mereka yang memiliki kecerdasan, ketulusan dan semangat pengabdian kuat yang juga mungkin dimiliki oleh banyak pemuda di tanah air ini. Mereka adalah penyala harapan-harapan baru bagi bangsa besar ini yang belum secara keseluruhannya merasakan nikmatnya “kue pambangunan” yang dibagikan oleh rezim yang berkuasa.

Bagi mereka, usia muda harus dituntaskan dengan menghidupkan asa di setiap sudut kampung, desa hingga dusun-dusun terpencil yang masih banyak bertebaran di bumi Nusantara. Masa muda bukan dihabiskan dengan mengasah egoisme dengan menjadi manusia self-ish yang tidak begitu peduli pada lingkungannya.

Menjadi anak muda tidak perlu ikut serta dalam perilaku hedonisme, materialistik yang hanya mengejar pemenuhan keinginan-keinginan yang mungkin tidak akan pernah ada habisnya. “Saya tidak ingin menghabiskan seluruh usia muda untuk kerja dan cari duit!, saya juga ingin mewakafkan sebagian dari usia saya untuk sesuatu yang lebih bermanfaat, salah satunya pengabdian kepada masyarakat Indonesia!” Pungkas Raisa di akhir pebincangan kami siang itu di JCC.

Semoga semakin banyak anak muda Indonesia yang mengikuti jejak Raisa, Annisa maupun Wanda dan bersedia mengambil peran-peran penting sesuai dengan latar keilmuan dan passion-nya dalam rangka menata dan mengelola negeri besar ini. Semakin banyak orang baik yang mau mengurus negara, maka akan semakin besar pula api harapan yang akan menyala di seluruh tanah air.

Penulis:
Abdul Hakim S.Pd., MA.,
Dosen Sistem Informasi dan Teknologi Kalla Institute

 

Share Berita:

Pengumuman:

Kalender Event:

Berita & Artikel: