MAKASSAR – Program Studi Bisnis Digital Kalla Institute berkolaborasi dengan Program Studi Bisnis Digital Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melalui kuliah umum bertema “Membangun Keunggulan Kompetitif Ekosistem Bisnis Lokal di Pasar Digital”. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 13 Oktober 2026, pukul 10.00 WITA di Auditorium Kalla Institute, Makassar.
Kuliah umum ini bertujuan memperluas wawasan mahasiswa tentang strategi meningkatkan daya saing bisnis lokal. Selain itu, kegiatan ini membahas pemanfaatan teknologi, inovasi, dan kolaborasi untuk mendukung pertumbuhan usaha di era digital.
Strategi Digital untuk Meningkatkan Daya Saing Bisnis Lokal
Kuliah umum ini menghadirkan dua pemateri, yaitu Muhammad Fachrul Salam, dosen Bisnis Digital Kalla Institute, dan Dr. Hamsyah, S.E., M.M., dosen Bisnis Digital Universitas Sulawesi Barat.
Dalam pemaparannya, Muhammad Fachrul Salam menjelaskan bahwa bisnis lokal memiliki peluang besar untuk berkembang melalui teknologi digital. Namun, pelaku usaha perlu memahami kebutuhan konsumen, terus berinovasi, dan menciptakan nilai tambah.
“Bisnis lokal memiliki potensi besar untuk berkembang di pasar digital. Namun, potensi tersebut perlu didukung oleh kemampuan memahami kebutuhan konsumen, memanfaatkan teknologi, serta menghadirkan inovasi yang memberikan nilai tambah. Keunggulan kompetitif tidak hanya ditentukan oleh produk yang dijual, tetapi juga oleh bagaimana bisnis mampu memberikan pengalaman dan solusi yang relevan bagi pelanggan,” ungkap Muhammad Fachrul Salam.
Menurutnya, teknologi digital dapat membantu bisnis lokal memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan efisiensi operasional. Selain itu, teknologi memungkinkan pelaku usaha membangun hubungan yang lebih dekat dengan konsumen.
Oleh karena itu, pelaku usaha perlu memahami perubahan perilaku konsumen. Mereka juga harus memilih strategi digital yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan bisnis.
Kolaborasi sebagai Kunci Penguatan Ekosistem Bisnis
Sementara itu, Dr. Hamsyah menyoroti pentingnya kolaborasi dalam membangun ekosistem bisnis lokal yang kompetitif. Menurutnya, pengembangan bisnis membutuhkan keterlibatan berbagai pihak untuk menciptakan peluang dan mendorong pertumbuhan usaha.
“Membangun keunggulan kompetitif ekosistem bisnis lokal membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari pelaku usaha, perguruan tinggi, hingga pemangku kepentingan lainnya. Digitalisasi harus dimanfaatkan bukan sekadar untuk mengikuti tren, tetapi sebagai strategi untuk memperluas pasar, meningkatkan daya saing, dan menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” jelas Dr. Hamsyah.
Lebih lanjut, penguatan ekosistem bisnis lokal tidak hanya berfokus pada produk dan pemasaran. Aspek lain yang perlu diperhatikan meliputi pengembangan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, dan kerja sama antarpelaku usaha.
Dengan sinergi tersebut, bisnis lokal diharapkan mampu menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang di pasar digital.
Membekali Mahasiswa dengan Kompetensi Bisnis Digital
Bagi mahasiswa Bisnis Digital, pemahaman tentang keunggulan kompetitif menjadi bekal penting untuk memasuki dunia kerja maupun membangun usaha sendiri. Kemampuan mengidentifikasi kebutuhan pasar, memanfaatkan teknologi, dan mengembangkan model bisnis yang relevan semakin dibutuhkan di era ekonomi digital.
Melalui kolaborasi ini, Kalla Institute dan Universitas Sulawesi Barat turut memperkaya pengalaman belajar mahasiswa melalui pertukaran pengetahuan dan perspektif akademik. Interaksi antara dosen dan mahasiswa dari kedua institusi diharapkan membuka wawasan baru mengenai tantangan serta peluang pengembangan bisnis digital.
Selain itu, kolaborasi ant perguruan tinggi menjadi langkah strategis untuk mendukung pengembangan potensi ekonomi lokal. Mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami perkembangan teknologi, tetapi juga mampu mengidentifikasi peluang usaha dan merancang inovasi yang relevan.
Melalui kegiatan ini, Kalla Institute terus mendorong pembelajaran yang selaras dengan perkembangan industri dan kebutuhan masyarakat. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Kalla Institute dalam mempersiapkan talenta digital yang adaptif, inovatif, dan mampu berkontribusi bagi pengembangan ekosistem bisnis lokal yang kompetitif serta berkelanjutan.
