Makassar (05/12/2025) — Di tengah meningkatnya ancaman serangan digital, Kalla Institute memberikan ilmu baru bagi para mahasiswa dalam memperkuat literasi keamanan siber. Melalui kuliah bersama praktisi dengan tema “Human Firewall: Peran Manusia dalam Cyber Security & Pencegahan Serangan Siber”. Rabu, 3 Desember 2025, bertempat di ruang Auditorium Lt.6 Kalla Institute. Kegiatan yang bersifat umum ini selain dihadiri oleh semua mahasiswa Kalla Institute, juga turut hadir puluhan mahasiswa dari Universitas Fajar.
Kegiatan ini menghadirkan Arizal, S.T., M.T, seorang akademisi dan peneliti di Politeknik Siber dan Sandi Negara. Dalam paparannya, Arizal menjelaskan bahwa cyber security merupakan upaya untuk melindungi sistem digital, jaringan, perangkat, hingga data pribadi maupun organisasi dari ancaman luar yang merugikan. Menurutnya, perkembangan teknologi yang semakin pesat justru membuka celah bagi hadirnya berbagai jenis ancaman seperti malware, phishing, ransomware, hingga social engineering yang menjadikan manusia sebagai target utama.
Arizal memberikan beberapa penyebab utama lemahnya pertahanan siber, seperti kurangnya kesadaran pengguna mengklik tautan yang mencurigakan, membagikan informasi pribadi tanpa verifikasi, lemahnya password karena mudah ditebak serta tidak rutin untuk memperbaharui kata sandinya. “Mulai saat ini jangan asal klik konten yang tidak jelas, update sistem keamanan perangkat kalian dan rutin perbaharui kata sandinya,” jelasnya.
Arizal menegaskan bahwa keamanan digital harus dibangun melalui kolaborasi antara teknologi dan manusia. Ia membagikan beberapa tips untuk mengurangi risiko tersebut. Yang pertama penggunaan Multi-Factor Authentication (MFA) atau lapisan keamanan tambahan agar akses ilegal lebih sulit dilakukan. Berikutnya pembaruan sistem secara berkala, penerapan kebijakan keamanan yang organisasi harus miliki yaitu SOP jelas terkait pengelolaan data, penggunaan perangkat, hingga respon terhadap insiden.
Dalam sesi tanya jawab, Muh Ikhsan Ramadhan, mahasiswa program studi Sistem Informasi bertanya bagaimana langkah awal pencegahan peretasan. Arizal menjawab untuk tidak sembarangan membuka tautan yang mencurigakan serta lakukan proteksi tambahan ke semua akun pribadi maupun organisasi. “Manusia sebagai baris pertahanan pertama harus lebih bijak dalam menggunakan teknologi dan terus memproteksi akunnya secara berkala,” jawabnya.
Melalui kegiatan literasi cyber security ini Kalla Institute ingin mengembangkan kompetensi digital dan teknologi informasi seluruh mahasiswanya. Hingga mereka bisa menjadi “human firewall” untuk dirinya sendiri bahkan sampai ke tempat karier kedepannya.
Untuk melihat keseruan dan kegiatan bermanfaat lainnya, silakan kunjungan Instagram @kallainstitute. Saat ini Kalla Institute juga sudah membuka pendaftaran calon mahasiswa baru T.A. 2026-2027 dengan berbagai subsidi pendidikan yang lebih ringan, info pendaftaran langsung ke registrasi.kallainstitute.ac.id.
