Makassar – 4/11/2025. Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Kalla Institute, tahun ini Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kalla Institute berhasil meraih dana hibah Pengabdian Masyarakat. Di mana program ini merupakan bentuk dukungan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk pelaksanaan tahun 2025.
Program Pengabdian Masyarakat ini diseleksi secara Nasional dan berlangsung ketat dari 13 Juli – 1 Agustus, dengan melibatkan ribuan proposal dari berbagai kampus ternama lainnya. Hingga akhirnya di tanggal 7 September. Proposal Kalla Institute berhasil terpilih menjadi salah satu pemenang untuk menjalankan program pengabdian masyarakat ini.
Melalui program yang berjudul “Akselerasi Ekonomi Kreatif Desa Melalui Inisiasi Mahasiswa Berdampak”, tim BEM Kalla Institute berfokus pada pengembangan potensi wisata dan pemberdayaan ekonomi lokal di Desa Tabo-tabo, Kabupaten Pangkep. Kegiatan ini berfokus pada peningkatan pengelolaan desa wisata serta pengembangan produk khas desa agar memiliki nilai jual lebih tinggi.
Muhammad Fachrul Salam S.Kom., M.M, selaku dosen pembina BEM Kalla Institute, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat.
“Kami tidak hanya ingin mahasiswa unggul secara akademik di dalam kampus, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan memberikan dampak langsung untuk masyarakat,” ujar Fahrul.
Ketua BEM Kalla Institute, Cherry Arma Sari, juga mengungkapkan rasa antusiasnya terhadap kesempatan ini, “bagi kami, ini pembelajaran langsung di lapangan. Kami belajar memecahkan masalah, bekerja dalam tim, dan memahami kondisi sosial yang sebenarnya. Ini pengalaman berharga yang tidak kami dapatkan di kelas,” ungkapnya.
Kegiatan ini dimulai pada 10 September dan berakhir pada Desember 2025. Secara keseluruhan pendampingan ini akan berlangsung secara bertahap, mulai dari tahap produksi, pemasaran hingga evaluasi.
Selain itu juga program yang dijalankan mahasiswa Kalla Institute ini disambut hangat oleh warga Desa Tabo-tabo. Ketua Pokdarwis, yang akrab disapa Ambo Tang, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Kalla Institute.
“Kami sangat berterima kasih. Pelatihan ini membuka wawasan baru bagi kami, khususnya dalam pengelolaan desa wisata dan produk UMKM agar lebih menarik dan berkualitas,” ungkapnya.
Dengan keberhasilan ini, Kalla Institute selalu berusaha mengambil bagian dari perubahan kearah yang lebih baik, sert memberikan kualitas pendidikan yang mumpuni dan calon lulusan yang berkompeten.
