Kalla Institute, Makassar (17/12/2025) — Semakin tingginya gaya hidup yang sangat konsumtif di kalangan mahasiswa, tanpa sadar menguras keuangan mereka secepat kilat. Untuk menekan perilaku konsumtif secara berlebih ini, Kalla Institute menghadirkan kegiatan pengetahuan bagi mahasiswanya melalui Kuliah Tamu bertajuk “Future Ready Talent: Smart Financial Planning & Strategi Investasi Pasar Modal untuk Gen Z”.
Acara yang digelar pada Rabu, 10 Desember 2025, di Auditorium Kalla Institute ini menghadirkan dua praktisi keuangan dari Bank Mandiri dan Mandiri Sekuritas, kedua pembicara berbagi cara pengelolaan keuangan serta instrumen investasi jangka panjang yang cocok bagi para gen z.
Para pemateri kali ini adalah Muhammad Alvin Ghaniya, selaku Head of Branch Mandiri Sekuritas, dan Gizscha Vivi Zhalsya Billa, selaku Transaction Banking Manager Bank Mandiri. Kedua praktisi ahli ini memberikan gambaran tentang perencanaan keuangan, strategi investasi, hingga tren pasar modal yang sesuai dengan generasi Z untuk kebebasan financial di masa depan.
Dalam paparannya, Muhammad Alvin Ghaniya memberikan 3 instrument investasi keuangan yang menjanjikan. Pertama Saham, yang merupakan bukti kepemilikan sebagian perusahaan, bisa memberikan keuntungan dalam waktu singkat, namun memiliki resiko yang besar pula. Kedua, Reksa dana, yaitu pengelolaan dana yang dipercayakan ke manajer investasi untuk dialokasikan ke berbagai instrument investasi, memiliki resiko yang sedang dan tingkat resiko yang sedang juga. Terakhir ada Obligasi, surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan untuk mendapatkan bunga secara berkala, memiliki keuntungan yang tidak besar namun dengan resiko yang kecil.
Sementara itu, Gizscha Vivi Zhalsya Billa, menyoroti pentingnya manajemen keuangan personal, terutama dalam mengatur total pendapatan, pengeluaran, tabungan hingga kebiasaan konsumsif yang harus mulai ditekan. Ia menjelaskan bahwa kemampuan mengelola keuangan menjadi fondasi penting sebelum memulai berinvestasi. “Financial planning wajib diterapkan untuk mengetahui setiap pengelolaan keuangan kita, selalu sisihkan uang kita untuk menabung serta berinvestasi,” ungkapnya.
Lanjut dalam sesi tanya jawab, Muammar Herman, mahasiswa dari program studi Kewirausahaan ini bertanya, lebih baik berinvestasi di saham perusahaan Indonesia atau luar negeri? Alvin menjawab investasi saham lebih baik ke perusahaan Indonesia saja, “guna menjaga keamanan data pribadi dan regulasi, lebih baik ke saham Indonesia saja karena kita bisa mudah memantau pergerakan naik turunnya saham, dan bisa terhindar dari kehilangan akun akibat kejahatan siber,” pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu menambah wawasan tentang pentingnya mengelola keuangan yang baik bagi seluruh peserta. Peserta harus mulai waspada dengan jebakan konsumtif dengan memberikan batas pengeluaran serta selalu menyisihkan uangnya untuk diinvestasikan.
Untuk melihat keseruan dan kegiatan bermanfaat lainnya, silakan kunjungi Instagram @kallainstitute. Saat ini Kalla Institute juga sudah membuka pendaftaran calon mahasiswa baru T.A. 2026-2027 dengan berbagai subsidi pendidikan yang lebih ringan, info pendaftaran langsung ke registrasi.kallainstitute.ac.id.
