Makassar, 18 Agustus 2026 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Indonesia dan Kalla Institute menghadirkan program pemberdayaan bagi pelaku usaha kue tradisional di Kabupaten Gowa. Program ini dilakukan melalui pendekatan digitalisasi, penguatan kapasitas produksi, dan literasi keuangan.
Program bertajuk “Pendampingan Digitalisasi Usaha Berbasis AI, Penguatan Produksi, dan Literasi Keuangan Kelompok Industri Rumahan Kue Tradisional di Kabupaten Gowa” ini menyasar kelompok usaha yang dipimpin Hj. Nurbiah Dg. Caya di kawasan Jalan Karaeng Loe Sero, Kabupaten Gowa.
Kelompok tersebut dikenal sebagai produsen berbagai makanan tradisional khas Bugis–Makassar. Produk yang dihasilkan antara lain putu kacang, ote’ote’re’, dan sejumlah kue tradisional yang telah dipasarkan secara turun-temurun.
Program Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Digitalisasi
Kegiatan ini merupakan implementasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat. Program tersebut memperoleh dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) bersama Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (RISBANG), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun Anggaran 2026.
Pelaksanaan program berlangsung selama Juni hingga Juli 2026. Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi dan pelatihan pada 12 dan 14 Juni 2026.
Pada tahap ini, tim memberikan penguatan kapasitas kepada mitra. Materinya meliputi pengelolaan usaha, produksi, literasi keuangan, serta pemanfaatan teknologi digital.
Selanjutnya, kegiatan dilaksanakan pada 10 dan 12 Juli 2026 melalui penerapan dan pendampingan secara langsung. Fokusnya mencakup pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan digitalisasi usaha.
Pendampingan dilakukan agar pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan langsung dalam aktivitas usaha sehari-hari.
Melibatkan Dosen dan Mahasiswa
Pelaksanaan program dipimpin oleh Mochammad Fadhil Abdullah bersama anggota tim Wahyuni dan Yogi Hady Afrizal.
Selain dosen, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Politeknik Indonesia. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran berbasis praktik melalui pendampingan langsung kepada masyarakat.
Alih-alih hanya memberikan pelatihan sesaat, tim pengabdian menerapkan pola pendampingan berkelanjutan.
Pertama, kegiatan dimulai dengan sosialisasi untuk memetakan kebutuhan mitra. Tahap ini sekaligus membangun kesepahaman mengenai target yang akan dicapai.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan peningkatan kapasitas. Setelah itu, mitra mendapatkan pendampingan untuk menerapkan berbagai inovasi dalam aktivitas usaha.
Ketua Tim Pengabdian, Mochammad Fadhil Abdullah, mengatakan bahwa pelaku UMKM saat ini menghadapi tantangan yang berbeda dibanding beberapa tahun lalu.
Menurutnya, kualitas produk tetap menjadi faktor utama. Namun, kemampuan mengelola usaha secara profesional juga diperlukan agar mampu bersaing di pasar yang semakin terdigitalisasi.
“Kami ingin menghadirkan pendampingan yang benar-benar menyentuh kebutuhan pelaku usaha. Bukan sekadar memberikan materi, tetapi membantu mereka membangun sistem usaha yang lebih baik, mulai dari proses produksi, identitas produk, pengelolaan keuangan hingga pemasaran digital,” jelasnya.
AI Bantu Perkuat Identitas Usaha
Salah satu fokus kegiatan adalah memperkenalkan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai alat bantu dalam membangun identitas usaha. Melalui pendampingan pada Juli, mitra berhasil memiliki logo usaha dan desain stiker produk. Sebelumnya, kelompok usaha tersebut belum memiliki identitas visual. Kehadiran identitas visual tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat citra produk. Dengan demikian, produk diharapkan lebih mudah dikenali oleh konsumen.
Penguatan Produksi melalui SOP
Di sektor produksi, tim pengabdian menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) yang disesuaikan dengan kondisi usaha mitra. SOP tersebut menjadi pedoman dalam setiap tahapan produksi. Dengan adanya pedoman tersebut, kualitas produk dapat dijaga lebih konsisten. Selain itu, proses kerja menjadi lebih efisien. Standar kebersihan dalam proses produksi juga diharapkan semakin meningkat.
Digitalisasi Pencatatan Keuangan
Transformasi juga dilakukan pada aspek administrasi usaha. Selama ini, pencatatan transaksi masih dilakukan secara sederhana. Bahkan, sebagian besar masih mengandalkan ingatan pelaku usaha. Melalui program ini, mitra mulai diperkenalkan dengan aplikasi pencatatan keuangan digital. Aplikasi tersebut memudahkan pengelolaan pemasukan dan pengeluaran. Dengan demikian, perhitungan laba usaha dapat dilakukan secara lebih sistematis. Mitra juga diharapkan semakin memahami kondisi keuangan usahanya.
Membuka Akses Pemasaran Digital
Tidak kalah penting, tim juga membuka akses pemasaran yang lebih luas melalui pendampingan pembuatan akun media sosial usaha. Platform digital tersebut menjadi etalase baru bagi produk-produk kue tradisional. Dengan begitu, pemasaran tidak lagi hanya bergantung pada penjualan secara langsung atau pelanggan tetap. Kehadiran media sosial juga memberikan peluang bagi kelompok usaha untuk memperkenalkan produk kepada konsumen yang lebih luas.
Mendorong Keberlanjutan Usaha Kue Tradisional
Bagi Ketua Kelompok Industri Rumahan Kue Tradisional, Hj. Nurbiah Dg. Caya, pendampingan ini menjadi pengalaman baru yang memberikan manfaat nyata bagi perkembangan usahanya.
Selain memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan usaha modern, kelompoknya kini mulai memahami pentingnya membangun merek.
Mereka juga mulai memahami pentingnya mengelola keuangan secara tertib. Di sisi lain, teknologi digital mulai dimanfaatkan sebagai bagian dari strategi bisnis.
Melalui rangkaian kegiatan yang berlangsung dari Juni hingga Juli 2026 tersebut, Politeknik Indonesia dan Kalla Institute berharap pendampingan dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi kelompok industri rumahan.
Pemanfaatan AI, digitalisasi usaha, peningkatan kualitas produksi, serta pengelolaan keuangan diharapkan mampu memperkuat daya saing produk kue tradisional.
Selain itu, program ini diharapkan dapat membantu menjaga keberlanjutan usaha masyarakat di Kabupaten Gowa.
Bagi kamu yang ingin melihat lebih banyak informasi menarik lainnya silakan kunjungi Instagram @kallainstitute. Serta rasakan keseruannya menjadi mahasiswa Kalla Institute dengan mendaftarkan dirimu ke register.kallainstitute.ac.id.
