Tenang, Senang, Menang: Makna Kemerdekaan bagi Indonesia

Tenang, Senang, Menang: Makna Kemerdekaan bagi Indonesia

Ada tiga hal yang ingin diwujudkan melalui kemerdekaan. Pertama, yaitu tenang. Para pejuang kemerdekaan ingin mewujudkan Indonesia yang merdeka. Melalui kemerdekaan, keamanan diharapkan dapat tercipta.

Tidak ada lagi penjajahan yang sewenang-wenang. Selain itu, tidak ada lagi penindasan dan ketidakadilan. Harta rakyat pun tidak boleh diambil secara paksa. Dengan demikian, keamanan akan menghadirkan ketenangan bagi seluruh masyarakat.

Kemerdekaan untuk Mewujudkan Ketenangan

Ketenangan juga terwujud melalui kepastian hukum. Oleh karena itu, pada awal kemerdekaan, para pendiri bangsa merumuskan Pancasila dan UUD 1945. Kedua landasan tersebut menjadi pegangan bersama dalam mengelola negara.

Setiap perbedaan yang muncul semestinya kembali kepada Pancasila dan UUD 1945. Dengan begitu, masyarakat memiliki kepastian hukum. Tidak boleh ada keputusan yang dibuat secara sewenang-wenang. Pada akhirnya, kepastian hukum akan menciptakan ketenangan.

Selain kepastian hukum, ketenangan juga lahir dari kepercayaan. Rakyat yang percaya kepada pemimpinnya akan menjalani kehidupan dengan lebih tenang. Kepercayaan tersebut melahirkan keyakinan bahwa negara akan dikelola dengan baik.

Karena itu, proses bernegara membutuhkan pemimpin yang dapat dipercaya. Di sinilah pentingnya Pemilu yang jujur dan adil. Setiap lima tahun, warga negara mendapat kesempatan untuk memilih pemimpin dan wakil rakyat.

Kemerdekaan untuk Hidup Senang

Kedua, yaitu senang. Rakyat tentu ingin menjalani hidup dengan senang. Hal itu dapat terwujud ketika kebutuhan primer, sekunder, dan tersier terpenuhi.

Sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan, keagamaan, serta kehidupan sosial perlu tersedia dengan baik. Setiap manusia membutuhkan makanan, pakaian, dan tempat tinggal yang layak.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, masyarakat bekerja dengan sungguh-sungguh. Mereka mencurahkan waktu dan tenaga untuk mencari nafkah. Tujuannya adalah memenuhi kebutuhan diri dan keluarga.

Pada dasarnya, rakyat tidak meminta untuk diberi makan, pakaian, dan rumah secara gratis. Yang dibutuhkan adalah lapangan kerja agar masyarakat dapat bekerja dan mencari nafkah. Oleh sebab itu, negara memiliki tugas memastikan setiap warga memiliki kesempatan untuk bekerja dan berusaha.

Selain membuka lapangan kerja, pemerintah perlu mendorong pertumbuhan ekonomi. Regulasi juga harus dibuat untuk menciptakan iklim usaha yang positif. Dengan iklim yang sehat, industri dapat tumbuh dan peluang ekonomi semakin terbuka.

Infrastruktur dan Pemerataan Kesejahteraan

Selanjutnya, negara perlu menyiapkan infrastruktur yang memadai. Kekayaan alam, hasil bumi, dan hasil laut harus dapat berputar dalam roda ekonomi. Karena itu, dibutuhkan jalan raya, jembatan, alat transportasi, serta infrastruktur pendukung lainnya.

Perputaran ekonomi tersebut akan melahirkan nilai tambah. Desa dan kota pun dapat saling memberikan manfaat. Pada akhirnya, kemajuan ekonomi dapat mendorong pemerataan kesejahteraan.

Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Sumber daya tersebut mencakup minyak bumi, batubara, nikel, tembaga, timah, emas, dan berbagai hasil tambang lainnya. Di samping itu, Indonesia memiliki hutan dan lautan dengan keanekaragaman hayati yang sangat besar.

Sesuai amanat konstitusi, kekayaan tersebut harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Oleh karena itu, negara memiliki peran penting dalam mengelola sumber daya alam secara amanah.

Pengelolaan sumber daya alam tidak semestinya hanya berorientasi pada kesejahteraan pribadi atau kelompok tertentu. Sebaliknya, manfaatnya harus dapat dirasakan seluas-luasnya oleh masyarakat.

Dengan demikian, masyarakat memiliki kesempatan untuk bekerja, berusaha, dan meningkatkan taraf hidup. Kesejahteraan yang tumbuh secara merata akan membuat kehidupan rakyat menjadi lebih senang.

Kemerdekaan untuk Menjadi Pemenang

Ketiga, yaitu menang. Namun, menang bukan berarti mengalahkan orang lain. Menang berarti mampu mengalahkan ego pribadi, terutama keserakahan.

Kemenangan sejati terjadi ketika kepentingan umum ditempatkan di atas kepentingan pribadi. Semangat tersebut telah ditunjukkan oleh para pahlawan dalam perjuangan meraih kemerdekaan.

Mereka berjuang dengan semangat pengorbanan. Waktu, tenaga, harta, bahkan jiwa dan raga mereka korbankan demi kemerdekaan. Mereka berpikir untuk memberi, bukan mengambil.

Semangat berkorban inilah yang perlu dihidupkan kembali melalui peringatan kemerdekaan. Setiap warga negara dapat berkontribusi sesuai bidang keahliannya. Dengan cara tersebut, setiap orang dapat melakukan yang terbaik bagi kemajuan bangsa.

Bayangkan jika sebagian besar rakyat Indonesia, termasuk para pejabat negara, memiliki semangat berkorban untuk kepentingan rakyat. Jika hal itu terwujud, Indonesia akan memiliki kekuatan besar untuk menjadi negara maju dan disegani.

Memaknai Kemerdekaan

Itulah tiga hal yang ingin diwujudkan melalui kemerdekaan: tenang, senang, dan menang.

Tenang karena keamanan terjaga, kepastian hukum terjamin, dan kepercayaan kepada pengelola negara tumbuh. Sementara itu, rakyat dapat hidup senang ketika kebutuhan terpenuhi dan kesempatan bekerja tersedia.

Adapun kemenangan berarti memiliki semangat untuk mengalahkan ego dan keserakahan. Artinya, kepentingan bersama harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi. Semangat memberi dan berkontribusi juga perlu terus dijaga.

Karena itu, peringatan kemerdekaan seharusnya tidak sekadar menjadi seremoni. Momentum ini perlu membangkitkan kesadaran untuk memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia.

Pada akhirnya, kemerdekaan harus menghadirkan kehidupan yang tenang, senang, dan menang. Ketiganya membutuhkan peran bersama, baik dari masyarakat maupun pengelola negara.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.

 

Penulis: Syamril, S.T., M.Pd – Rektor Kalla Institute

Share Berita: