KALLA INSTITUTE TERIMA MAGANG DISABILITAS: WUJUDKAN KOMITMEN MENJADI KAMPUS TEKNOLOGI YANG INKLUSIF

Makassar, (10/12/2025) — Salah satu kampus teknologi terbaik di Makassar, Kalla Institute, baru-baru ini menerima dua peserta Magang Disabilitas, untuk penempatan di Biro Marketing & Admisi dan UPT Perpustakaan. Program magang yang diselenggarakan oleh Unit Layanan Disabilitas Disnaker kota Makassar ini berlangsung selama tiga bulan. Program inklusif ini akan menjadi tempat pembelajaran dan pengalaman kerja bagi para peserta untuk mengembangkan keterampilan mereka dan turut berkontribusi dalam lingkungan pendidikan tinggi.

Kehadiran peserta magang disabilitas ini sesuai dengan komitmen Kalla Institute untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, memberikan ruang bagi semua individu tanpa harus memandang latar belakang maupun keterbatasannya. Peserta magang disabilitas pertama yaitu Filemon Aloysius Limba, merupakan lulusan Politeknik Pariwisata Makassar. Emon ditempatkan ke bagian UPT Perpustakaan untuk membantu segala macam kegiatan pustakawan, mulai dari administrasi hingga operasional perpustakaan. Selanjutnya ada Mustaqim, yang merupakan lulusan dari STMIK Kharisma Makassar, ditempatkan di Biro Marketing & Admisi untuk membantu dalam kegiatan publikasi kampus serta konten visual lainnya.

Nurhikmah Rustang, S.Ds, akrab disapa Ima, Desainer Grafis Kalla Institute, mengatakan bahwa untuk memperlancar komunikasi dengan rekan magangnya, dia menuliskan pesannya melalui chat ataupun kertas. “Kami mempunyai grup Whatsapp khusus dengan peserta magang disabilitas, jadi saya memanfaatkan fitur chat untuk mempermudah komunikasinya, begitupun juga sebaliknya,” tutur Ima.

Hal menarik lainnya dari Kalla Institute, yaitu sudah adanya mahasiswa disabilitas di program studi Kewirausahaan. Hal ini menandakan bahwa Kalla Institute sudah sejak awal ingin menciptakan ekosistem kampus yang bisa diterima oleh semua golongan.

Di unit kerja masing-masing, para peserta magang diterima sebagai rekan kerja yang setara. Mereka memperoleh pendampingan kerja, akses fasilitas kampus yang ramah disabilitas, serta kesempatan untuk terlibat langsung dalam aktivitas operasional sehari-hari. Tentu ini bukan hanya memberikan pengalaman berharga bagi mereka, tetapi juga menambah rasa kepercayaan dirinya. Langkah ini dilakukan untuk mewujudkan sistem pembelajaran yang adil dan setara bagi semua golongan.

Efan Saputra, S.I.P., M.I.P, selaku kepala Perpustakaan Kalla Institute, mengatakan kalau kehadiran rekan magang ini memberikan pengalaman baru dan pembelajaran lainnya. “Selain memberitahukan apa yang harus mereka kerjakan disini, secara tidak langsung saya juga bisa belajar menggunakan bahasa isyarat,” ujar Efan.

Kalla Institute ingin memberitahukan bahwa keberagaman bukan hanya slogan, tetapi sebuah langkah nyata untuk perubahan yang lebih baik. Saat nilai-nilai KALLA dijalankan bersama, ruang kolaborasi menjadi lebih hangat dan inklusif. Melalui program Magang Disabilitas ini, Kalla Institute berharap semakin banyak peserta dengan berbagai latar belakang dapat merasakan pengalaman belajar, bekerja yang setara, aman, dan mendukung perkembangan karier mereka di masa depan.

Untuk melihat keseruan dan kegiatan menarik lainnya dari Kalla Institute silakan mengunjungi sosial media Instagram @kallainstitute atau mengunjungi laman resminya untuk mendapatkan subsidi biaya pendidikan bagi calon mahasiswa baru T.A.2026-2027 di register.kallainstitute.ac.id.

Share Berita: