Yogyakarta, 17 Juli 2025 – Rakernas 2 Asosiasi Program Studi Kewirausahaan Indonesia (APSKI) 2025 yang digelar pada 16–18 Juli 2025 di Ruang Sinema, Universitas Amikom Yogyakarta, menjadi momentum penting bagi Kalla Institute untuk menunjukkan komitmennya dalam pengembangan pendidikan kewirausahaan.
Selain berpartisipasi aktif dalam berbagai sesi diskusi dan workshop menarik bersama puluhan perguruan tinggi negeri maupun swasta dari seluruh Indonesia, Kalla Institute juga berhasil menjalin kerja sama internasional dengan Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM). Kerja sama ini dituangkan dalam bentuk Letter of Intent (LoI) yang ditandatangani langsung oleh perwakilan kedua institusi.
Penandatanganan LoI ini menjadi tonggak awal kolaborasi antara Kalla Institute dan UTeM di bidang pemberdayaan sumber daya manusia (SDM), khususnya dalam pengembangan kompetensi kewirausahaan dan inovasi bisnis melalui program pelatihan bersama. pertukaran pengetahuan dan pengalaman akademik antar dosen dan mahasiswa, rencana kerja sama penelitian dan publikasi ilmiah terkait kewirausahaan dan pengembangan UMKM.
“Kerja sama dengan UTeM semoga menjadi langkah awal membuka jaringan Internasional dgn perguruan tinggi luar negeri. Bisa berbagi kepakaran dan pengalaman yang dapat memperkaya Kalla Institute menjadi lebih maju” ujar Syamril, S.T., M.Pd, selaku Rektor Kalla Institute.
Senada dengannya, Dr. Isma Addi Bin Jumbri, dari UTeM menekankan “pentingnya kemitraan dan kolaborasi ini untuk memulai kerja sama internasional dari hal-hal sederhana seperti kuliah tamu daring dan proyek lintas negara. Luaskan jaringan, tingkatkan kejayaan dibidang pendidikan,” pungkasnya.
Rakernas 2 APSKI 2025 sendiri mengusung agenda besar penyusunan road map pengembangan kurikulum kewirausahaan nasional. Kegiatan ini dihadiri oleh pengelola program studi kewirausahaan, akademisi, dan praktisi bisnis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Andi Fauziah Yahya, S.E., MHRM, selaku perwakilan Kalla Institute mengatakan “ini menjadi langkah awal kolaborasi yang dapat membuka peluang sinergi lintas negara dalam pengembangan kurikulum, riset bersama, pertukaran mahasiswa, dan program sinergi lainnya,” tutupnya.
Dengan adanya kerja sama internasional bersama UTeM, diharapkan salah satu program studi Kalla Institute yaitu Kewirausahaan, dapat menghadirkan program pemberdayaan SDM yang lebih luas, termasuk membuka peluang pertukaran mahasiswa, kerjasama penelitian, dan pelatihan bersertifikasi internasional bagi mahasiswa dan dosen.
Keberhasilan Kalla Institute dalam Rakernas APSKI 2025 ini menjadi bukti nyata bahwa kampus tidak hanya fokus pada pengembangan akademik di dalam negeri, tetapi juga aktif membangun jejaring internasional demi mencetak lulusan yang unggul dan siap bersaing secara global.
