Kalla Institute Perkuat Jejaring Internasional melalui Partisipasi dalam 20th International Deans’ Course di Jerman

International Deans' Course 2026

Kalla Institute Wakili Sulawesi Selatan dalam International Deans’ Course di Jerman

Makassar – Kalla Institute menjadi salah satu perguruan tinggi asal Sulawesi yang berpartisipasi dalam 20th International Deans’ Course (IDC) di Jerman. Kampus ini diwakili oleh Wakil Rektor I, Anhar Januar Malik, S.E., M.Sc. Program tersebut diikuti oleh 30 pimpinan fakultas dan perguruan tinggi dari enam negara Asia Tenggara. Melalui program ini, peserta memperkuat kepemimpinan akademik, tata kelola perguruan tinggi, dan kolaborasi lintas negara. Peserta berasal dari Kamboja, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Selama kegiatan berlangsung, mereka mempelajari sistem pendidikan tinggi di Jerman dan Asia. Selain itu, mereka mendalami manajemen strategis fakultas, penjaminan mutu, tata kelola keuangan, kepemimpinan, dan pengembangan soft skills.

Forum Internasional untuk Pengembangan Kepemimpinan

International Deans’ Course merupakan program pengembangan kepemimpinan. Program ini diselenggarakan melalui kolaborasi German Rectors’ Conference (HRK), German Academic Exchange Service (DAAD), Alexander von Humboldt Foundation (AvH), Centre for Higher Education (CHE), Freie Universität Berlin, dan Osnabrück University of Applied Sciences. Sejak tahun 2007, program ini telah meningkatkan kapasitas pimpinan perguruan tinggi di Asia dan Afrika. Di samping itu, program ini mendorong terbentuknya jejaring kerja sama akademik internasional.

Kalla Institute Perluas Jejaring Global

Bagi Kalla Institute, keikutsertaan Anhar menjadi representasi perguruan tinggi asal Sulawesi Selatan di forum internasional tersebut. Tidak hanya itu, partisipasi ini juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan institusi pendidikan di Asia Tenggara maupun Jerman. Anhar mengatakan bahwa International Deans’ Course memberikan banyak pembelajaran. Selain mempelajari tata kelola perguruan tinggi, peserta juga bertukar pengalaman dengan para pemimpin perguruan tinggi dari berbagai negara.

“Setiap perguruan tinggi memiliki konteks yang berbeda, namun tantangan yang dihadapi relatif sama, mulai dari peningkatan mutu, tata kelola, hingga penguatan daya saing. Melalui program ini, kami belajar dari berbagai praktik baik yang telah diterapkan di sejumlah universitas sekaligus membangun jejaring internasional yang diharapkan dapat berkembang menjadi kolaborasi nyata di masa mendatang,” ujar Anhar.

Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan

Lebih lanjut, Anhar menjelaskan bahwa pengalaman selama mengikuti program akan diterapkan di Kalla Institute. Pengalaman tersebut akan menjadi referensi dalam pengembangan tata kelola akademik. Selanjutnya, Kalla Institute akan memperkuat budaya mutu. Kampus juga akan meningkatkan kapasitas kepemimpinan. Di sisi lain, peluang kerja sama internasional di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat akan terus diperluas. Oleh karena itu, keikutsertaan Kalla Institute dalam International Deans’ Course menunjukkan komitmen institusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan sumber daya manusia dan jejaring global.

Siap Menghadapi Transformasi Pendidikan Tinggi

Sementara itu, International Deans’ Course diselenggarakan setiap tahun berdasarkan program MBA Higher Education and Research Management di Osnabrück University of Applied Sciences. Program ini menggabungkan teori, studi kasus, dan praktik terbaik dari berbagai negara. Dengan demikian, peserta memperoleh bekal untuk menjadi pemimpin perguruan tinggi yang adaptif, kolaboratif, dan siap menghadapi transformasi pendidikan tinggi.

Bagi kamu yang ingin melihat lebih banyak informasi menarik lainnya silakan kunjungi Instagram @kallainstitute. Serta rasakan keseruannya menjadi mahasiswa Kalla Institute dengan mendaftarkan dirimu ke register.kallainstitute.ac.id

Share Berita: