Makassar, Kalla Institute – Program studi Kewirausahaan Kalla Institute kembali menunjukkan aksi nyata untuk mengurai pembuangan limbah plastik lingkungan. Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan memberikan pelatihan pengelolaan limbah rumah tangga berbasis ekonomi sirkular bagi kalangan ibu rumah tangga yang diwakili oleh tim penggerak PKK kelurahan Kassi-kassi, kota Makassar pada 29/01/2026.
Sasaran utama kegiatan ini adalah kelompok ibu rumah tangga, mereka dipilih karena merupakan kelompok yang memiliki keterbatasan atas akses keterampilan, minimnya peluang ekonomi, serta rendahnya pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk bisnis. A. Nurul Suci Amalia, S.E., MBA, dosen program studi Kewirausahaan menjelaskan dengan adanya pendampingan dan pelatihan ini diharapkan muncul UMKM baru dan bisa menggerakkan roda perekonomian masyarakat di Kelurahan Kassi-kassi, “dengan pemanfaatan limbah menjadi nilai ekonomi ini bisa membuka peluang usaha bagi kelompok rumah tangga di kelurahan Kassi-kassi,” ucap Suci.
Pemanfaatan limbah rumah tangga ini selain memberikan keterampilan baru bagi masyarakat, juga menjadi cara untuk mengurai penumpukan sampah di lingkungan sekitar. Adapun keterampilan pemanfaatan limbah berbasis upcycle dengan jenis souvenir berupa cardholder. Selain itu juga, masyarakat diberikan edukasi mengenai model kewirausahaan sosial.
Setelah sukses menjalankan sesi pertama ini, tim Kalla Institute berencana untuk melanjutkan ke sesi-2 yang akan berfokus pada Komunitas Disabilitas. Tentu saja lanjutan dari seluruh rangkaian kegiatan ini adalah terbentuknya satu atau dua kelompok usaha mandiri yang bisa dibina oleh Kalla Institute berbasis produk UMKM. Tidak berhenti sampai di pemanfaatan limbah plastik saja, kegiatan ini akan terus berlanjut hingga beberapa bulan kedepan guna memastikan kelompok ibu rumah tangga benar-benar siap dengan produknya dan bisa memasarkan secara online maupun offline.
Demi mewujudkan program pemberdayaan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan, Kalla Institute selalu berupaya mendorong semua pihak untuk berkontribusi nyata terhadap perbaikan lingkungan mulai dari menjaga kebersihan lingkungan sendiri dan mulai bisa memanfaatkan hasil limbah rumah tangga menjadi nilai ekonomi.
