Kalla Institute

BARBIE

Baru-baru ini, bioskop dipenuhi dengan elemen-element berwarna pink menyambut rilisnya film Barbie versi Live Action. sebenarnya, film ini tergolong ringan, lucu namun memiliki makna tersirat terkait pola patriarki, feminisme dan kesetaraan gender. Ternyata nilai ini memang berasal dari sejarah boneka Barbie itu sendiri. Sejak munculnya pada tahun 1959, Barbie telah mengalami perjalanan yang menarik dari boneka yang kontroversial menjadi simbol keberanian, keindahan, dan inspirasi. Melalui berbagai evolusi dan inklusi, Barbie terus mewakili kemajuan dan perubahan dalam masyarakat. Lebih dari sekadar mainan, Barbie telah membantu membuka pikiran generasi anak perempuan untuk bermimpi dan menggapai kesuksesan dalam berbagai bidang kehidupan.

  1. Inspirasi dari Seorang Ibu

Gagasan untuk menciptakan boneka Barbie muncul ketika pendiri Mattel, Ruth Handler, sedang mengamati putrinya, Barbara, bermain dengan boneka kertas bertubuh dewasa dan mengenakan pakaian modis. Melalui pengamatan tersebut, Ruth menyadari bahwa anak-anak ingin berimajinasi dan bermain dengan boneka yang menggambarkan kehidupan dewasa, bukan hanya boneka bayi.

  1. Debut Pertama di New York Toy Fair

Pada 9 Maret 1959, Barbie membuat debutnya di American International Toy Fair di New York City. Dengan penampilannya sebagai seorang gadis remaja berambut pirang, mata biru, dan mengenakan baju renang hitam dan putih, Barbie menarik perhatian para pengunjung pameran dan segera menjadi hit.

  1. Dikritik namun Bertahan

Meskipun mendapat kritik awal dari beberapa kalangan yang menyatakan bahwa boneka tersebut terlalu dewasa untuk anak-anak, Barbie tetap bertahan dan menjadi sukses komersial. Penjualan boneka Barbie mulai meningkat dan membawa kesuksesan besar bagi perusahaan Mattel.

  1. Berbagai Profesi dan Peran

Seiring berjalannya waktu, Barbie mulai mengalami berbagai perubahan dan pengembangan. Dia tidak lagi hanya berperan sebagai model mode, tetapi juga memegang berbagai profesi yang mencakup dokter, arsitek, pilot, dan banyak lagi. Barbie mendorong anak-anak perempuan untuk bermimpi besar dan mengejar karier apapun yang mereka inginkan.

  1. Diversifikasi dan Inklusi

Pada awalnya, Barbie mewakili satu standar kecantikan yang terbatas. Namun, menyadari pentingnya mewakili keberagaman masyarakat, Mattel berupaya untuk lebih inklusif dengan menciptakan beragam jenis tubuh, kulit, dan rambut untuk Barbie. Langkah ini bertujuan untuk mencerminkan dunia yang lebih nyata dan memberikan anak-anak perempuan berbagai peran model yang dapat mereka teridentifikasi.

  1. Koleksi dan Kolaborasi Terkenal

Seiring berjalannya waktu, Barbie telah menjadi bagian dari berbagai koleksi edisi terbatas dan berkolaborasi dengan merek-merek terkenal seperti Disney, Chanel, Versace, dan banyak lagi. Barbie terus menjadi simbol gaya dan keindahan, menghadirkan tren mode terbaru kepada para penggemarnya.

 

_

Penulis:

Andi Jamiati Paramita, S.T., M.T., Dosen Sistem Informasi dan Teknologi Kalla Institute

Share Berita:

Pengumuman:

Kalender Event:

Berita & Artikel: