Hikmah Sepakbola Dalam Euforia Piala Dunia 2026 : 6 Kunci Istiqamah Menjalani Hidup

Hikmah Sepakbola Dalam Euforia Piala Dunia 2026

Hikmah Sepakbola dari Piala Dunia 2026

Salah satu partai semi final yang menarik pada Piala Dunia 2026 adalah Argentina melawan Inggris. Sampai menit 84 Argentina masih ketinggalan 0-1. Namun, menit 85 kedudukan menjadi 1-1. Hingga akhirnya menit 90+2 Argentina unggul 2-1 dan bertahan hingga akhir. Argentina pun lolos ke babak final. Kejadian ini sama dengan kehidupan. Ada yang seperti Inggris. Di babak awal menang, tapi kalah di akhir. Saat masih muda di jalan yang benar dan lurus, penuh idealisme. Namun, di akhir hidupnya tergelincir ke jalan yang salah. Meninggal dalam keadaan su’ul khotimah (akhir yang buruk).

Sebaliknya, ada juga yang seperti Argentina. Di babak awal kalah, tapi menang di akhir pertandingan. Saat masih muda hidupnya di jalan yang salah, foya-foya, terjerat narkoba dan pergaulan bebas. Kemudian, di akhir hidupnya mendapat hidayah dari Allah. Berubah menjadi orang yang baik, rajin beribadah dan menolong sesama. Meninggal dalam keadaan husnul khotimah.

Idealnya sejak babak awal hingga akhir unggul dan menang, seperti Spanyol yang mengalahkan Perancis. Sejak masih muda, dewasa, tua sampai meninggal dunia tetap di jalan yang benar, lurus sesuai aturan Allah. Namun, jangan sebaliknya, sejak awal di jalan yang salah dan buruk hingga akhir hayat. Tentu kita ingin tetap di jalan yang benar dan lurus hingga akhir hayat. Apakah terus menerus lurus atau pernah tidak lurus. Yang terpenting, akhirnya di jalan lurus atau husnul khotimah. Itulah orang yang istiqamah.

Enam Kunci Hikmah Sepakbola untuk Istiqamah

Bagaimana caranya agar dapat istiqamah menjalani hidup di jalan yang lurus? Mari kembali kita lihat pelajaran dari sepak bola. Saya melihat ada enam kunci istiqamah yang dapat disingkat dalam kata AKURAT yaitu Arah, Kawan-lawan, Usaha, Resiko, Aturan, Tarung.

Pada permainan sepak bola ada gawang di dua sisi lapangan. Karena itu, gawang menjadi arah dan tujuan gerakan bola yaitu ke gawang lawan. Hidup juga demikian. Oleh karena itu, harus jelas arah dan tujuannya. Manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah. Juga diciptakan untuk memberi manfaat kepada sesama dan semesta. Manusia terbaik yang paling banyak bermanfaat kepada orang lain (Hadist).

Selain gawang, di sepak bola juga jelas kawan dan lawan. Demikian pula, dalam hidup. Harus berkawan dengan orang yang tepat, karena seseorang sangat dipengaruhi oleh teman bergaulnya. Jika berteman dengan orang yang saleh dan baik maka besar kemungkinan tertular menjadi orang baik. Sebaliknya, jika berteman dengan orang yang buruk maka besar kemungkinan ikut terpengaruh menjadi buruk. Jangan ikuti langkah-langkah syaitan. Karena syaitan musuh yang nyata bagi orang beriman (Al Qur’an).

Selanjutnya dalam sepak bola ada usaha. Bergerak, berlari, menendang bola, drible, tackling, heading. Terjatuh, bangun lagi. Berpikir strategi menyerang dan bertahan. Demikian pula, hidup. Bekerja, belajar, beribadah. Ada usaha, kerja keras, kerja cerdas dan antusias. Iman tidak cukup, harus beramal saleh. Usaha tak kenal menyerah akan mudah mendapatkan rahmat dari Allah (Nene’ Mallomo).

Setelah memiliki arah, memilih kawan, dan berusaha, selanjutnya kunci berikutnya adalah berani menghadapi risiko. Dalam sepak bola, setiap pemain siap menghadapi risiko cedera. Begitu pula dalam kehidupan, setiap tindakan dan keputusan memiliki konsekuensi. Jika berbuat baik maka hasilnya pahala dan kebaikan. Sebaliknya, jika langkah keliru, bisa berujung pada dosa, kerugian, dan kegagalan.

Kunci kelima yaitu aturan. Selain itu, sepak bola ada aturan offside, pelanggaran ringan, sedang dan berat. Ada wasit dan hakim garis yang menegakkan aturan. Hidup pun demikian. Karena itu, ada aturan agama, negara, organisasi dan masyarakat. Tiap pelanggaran ada hukumannya. Juga ada penegak hukum dan peradilan. Kelak di Hari Akhir Allah yang menjadi Hakim dan Pengadil.

Kunci terakhir yaitu tarung. Kedua tim sepak bola bertarung untuk menentukan pemenang. Demikian pula, hidup ini juga ada pertarungan kebenaran melawan kejahatan. Dalam diri sendiri melawan hawa nafsu yang mengajak kepada perbuatan dosa. Oleh karena itu, mari kendalikan hawa nafsu dan ikuti bisikan hati nurani agar tetap di jalan kebaikan.

Menerapkan Hikmah Sepakbola dalam Kehidupan

Itulah enam hikmah sepak bola untuk menjalani hidup yang istiqamah. Ingat AKURAT: Arah, Kawan-lawan, Usaha, Resiko, Aturan, Tarung. Oleh karena itu, mari senantiasa di jalan yang lurus, ingat arah dan tujuan hidup, berkawan dengan orang yang tepat, usaha tak kenal lelah, siap menghadapi resiko, taat pada aturan agama, negara, organisasi dan masyarakat. Juga bertarung mengendalikan hawa nafsu, mengikuti hati nurani. Semoga kita tetap istiqamah hingga akhir hayat. Selamat berjuang.

 

Penulis: Syamril, S.T., M.Pd – Rektor Kalla Institute

Share Berita: