Makassar, 17 Juli 2026 – Kalla Institute kembali menghadirkan forum inspiratif melalui Ask The Leaders Episode 48 Dalam Rangka Dies Natalies Ke-7 Kalla Institute. Kegiatan ini mengangkat tema “Leading Without Authority: Menggerakkan Tim Tanpa Mengandalkan Jabatan”. Acara berlangsung pada Jumat, 17 Juli 2026, di Auditorium Kalla Institute, Lantai 6 Office Building Nipah Park, Makassar.
Kegiatan ini diikuti oleh insan KALLA sebagai bagian dari penguatan budaya kepemimpinan di lingkungan perusahaan. Melalui pertanyaan reflektif, “Kalau jabatan Anda dicabut hari ini, apakah masih ada orang yang tetap mau mengikuti Anda?”, peserta diajak memahami makna kepemimpinan yang sesungguhnya. Kepemimpinan tidak hanya bergantung pada jabatan. Sebaliknya, kepemimpinan dibangun melalui kepercayaan, keteladanan, integritas, dan kemampuan memberikan pengaruh positif.
Kepemimpinan Berasal dari Kepercayaan
Pada kesempatan ini, Kalla Institute menghadirkan dua narasumber. Mereka adalah Bpk. Anhar Januar Malik Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, serta Bpk. Syarief Dienan Yahya Kepala Satuan Penjaminan Mutu Internal. Diskusi berlangsung interaktif.
Para narasumber membagikan pengalaman nyata dalam memimpin tim tanpa bergantung pada jabatan struktural. Menurut Anhar Januar Malik, seorang pemimpin harus membangun kepercayaan melalui tindakan yang konsisten. Selain itu, komunikasi yang terbuka dan keteladanan menjadi fondasi utama dalam memimpin.
“Jabatan dapat membuka pintu untuk memimpin, tetapi kepercayaanlah yang membuat orang memilih untuk tetap mengikuti kita. Kepemimpinan sejati lahir dari karakter, integritas, dan kemampuan memberdayakan orang lain,” ujarnya.
Setiap Orang Memiliki Kesempatan Menjadi Pemimpin
Sementara itu, Syarief Dienan Yahya menjelaskan bahwa setiap individu memiliki peluang untuk menjadi pemimpin. Hal tersebut tidak ditentukan oleh posisi atau jabatan yang dimiliki. Menurutnya, pengaruh positif tumbuh ketika seseorang mampu memberikan nilai tambah. Selain itu, kemampuan mendengarkan dan membangun kolaborasi juga menjadi faktor penting dalam menciptakan tim yang solid.
“Pemimpin bukan hanya mereka yang memiliki jabatan. Siapa pun dapat menjadi agen perubahan ketika mampu menginspirasi, membangun kepercayaan, dan menggerakkan orang lain menuju tujuan bersama,” jelasnya.
Diskusi Interaktif Bersama Peserta
Kegiatan dipandu oleh Hany Alexandra sebagai moderator. Sementara itu, Andi Astaghina Nathaniela S. bertindak sebagai master of ceremony. Selanjutnya, peserta mengikuti sesi diskusi dan berbagi pengalaman.
Tidak hanya itu, sesi tanya jawab berlangsung aktif sehingga menghadirkan berbagai perspektif tentang kepemimpinan. Melalui kegiatan tersebut, peserta memahami bahwa kepemimpinan merupakan kompetensi yang dapat dipelajari dan terus dikembangkan.
Komitmen Kalla Institute Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan
Melalui penyelenggaraan Ask The Leaders, Kalla Institute terus mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul. Tidak hanya kompeten secara profesional, peserta juga didorong memiliki karakter kepemimpinan yang kuat. Selain itu, program ini menjadi wadah berbagi pengalaman para pemimpin. Tujuannya adalah menginspirasi lahirnya budaya kerja yang kolaboratif, adaptif, dan berorientasi pada nilai-nilai perusahaan.
Sebagai institusi pendidikan tinggi yang berfokus pada bidang bisnis, teknologi, dan kepemimpinan, Kalla Institute berkomitmen menghadirkan berbagai program pengembangan kompetensi. Oleh karena itu, melalui Ask The Leaders, Kalla Institute berharap semakin banyak individu mampu memimpin dengan pengaruh, membangun kepercayaan, serta menciptakan dampak positif tanpa harus mengandalkan jabatan.
Bagi kamu yang ingin melihat lebih banyak informasi menarik lainnya silakan kunjungi Instagram @kallainstitute. Serta rasakan keseruannya menjadi mahasiswa Kalla Institute dengan mendaftarkan dirimu ke register.kallainstitute.ac.id
